Monday, May 31, 2010

Alasanmu vs. Dan Bila Esok


sekarang aku bg kau 'dan bila esok',
Di dalam hati selalu tersimpan
Rasa yang takkan pernah bisa ku ungkapkan
Kau diam tanpa kata
Saatku ungkap semua rasa
Di saat ku ingin dekat denganmu
Kau semakin jauh meninggalkanku
Dan kau diam tanpa kata
Saatku ucap semua rasa
Dan bila esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada ruang di dalam hatimu
Tuk cinta yang pernah kita miliki
Tuk selama-lamanya

Dan bila esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada waktu untuk mencinta dirimu
Tuk bisa menjagai hati ini
Tuk selama-lamanya
Mungkinkah esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada ruang di dalam hatiku
Untuk cinta yang pernah engkau miliki
Untuk selama-lamanya
Dan bila esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada ruang di dalam hatimu
Untuk cinta yang pernah kita miliki
Tuk selama-lamanya
Dan bila esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada waktu untuk mencinta dirimu
Untuk bisa menjagai hati ini
Tuk selama-lamanya
Dan bila esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada ruang di dalam hatimu
Untuk cinta yang pernah kita miliki tuk selama-lamanya


P/S: Tapi aku rasa 'alasanmu' tuh sepatutnya utk kau je HAHA.

Dulu kau bg aku 'alasanmu',
Ikhlasnya hati
Sering kali disalah erti
Tulusnya budi
Tidak pernah engkau hargai
Berlalu pergi dengan
Kelukaan ini
Kumengalah... ku bersabar

Bertentang mata seolah-olah tiada apa
Berpaling muka ada saja yang tidak kena
Mencari sebab serta alasan yang kukuh
Supaya tercapai hajatmu

Manis dibibir memutar kata
Malah kau tuduh akulah segala penyebabnya
Siapa terlna pastinya terpukau
Pujukmu, rayumu, suaramu
Yang menagih simpati dan harapan

Engkau pastinya tersenyum
Dengan pengunduran diriki
Tetapi bagi ku pula
Suatu ketenangan

Andai kita terus bersama
Belum tentu kita bahagia
Selagi tidak kau ubah
Cara hidupmu

Ada rahmatnya
Bila tidak lagi bersama
Terasa jauh
Diriku ini dengan dosa

Ku tinggalkanmu walau tanpa kerelaan
Yang nyata kau tidak berubah...

Katalah apa yang kau ingin
Selagi kau dapat berkata
Memang begitu sikapmu
Semenjak dahulu